Jadwal Makan Diet Ibu Menyusui, Solusi Ibu dan Bayi Tetap Sehat

jadwal makan diet ibu menyusui

Jadwal makan diet ibu menyusui menarik diketahui. Wanita hamil secara normal akan mengalami pembengkaan berat badan alias tambah gemuk. Kondisi seperti itu menurut sebagian orang akan menjadikannya kurang percaya diri. Akhirnya mereka melakukan diet sesaat setelah melahirkan. Hal itu berarti mereka melakukan diet saat menyusui.

Setelah melahirkan seorang ibu harus menyusui bayinya kapanpun si bayi membutuhkan. Secara umum bayi akan menyusu setiap satu sampai dua jam sekali. Hal itu akan merespon payudara ibu yang menyusui untuk terus memproduksi dan mengeluarkan ASI.

Tips Mengatur Jadwal Makan Diet Ibu Menyusui

Ketika menyusui siang atau malam tentu tubuh ibu menyusui membutuhkan banyak energi. Hal itulah yang menyebabkan tubuh ibu menyusui menginginkan lebih banyak minum dan makan atau istilah lainnya adalah mudah haus dan lapar. Dalam kondisi seperti ini dianjurkan agar ibu yang sedang menyusui untuk tidak melakukan diet secara ketat.

Anjuran untuk Tidak Buru-buru Diet

Status gizi pada ibu menyusui akan langsung berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas ASInya. Hal ini mengharuskan seorang ibu untuk mengkonsumsi makanan yang cukup dan seimbang agar kebutuhan ASI si bayi tercukupi. Selain makan ibu menyusui juga membutuhkan tambahan nutrisi terutama untuk menjaga kualitas ASI juga menjaga kesehatan ibu sendiri.

Bagi ibu yang sedang menyusui sebaiknya tidak langsung melakukan diet setidaknya pada tiga bulan awal menyusui. Hal itu karena kondisi bayi, pada awal bulan bayi sangat mudah mencerna ASI sehingga dia yang baru lahir akan merasa sering lapar bahkan mungkin akan menyusu dua belas kali sehari. Dengan tidak melakukan diet pada bulan-bulan pertama yakni agar suplai ASI untuk bayi akan terjaga.

Baca juga :  Cara Membakar Kalori Setelah Makan Mie Instan

Pahami Jadwal Makan Diet Ibu Menyusui

Ibu yang sedang menyusui boleh melakukan diet asal tidak melakukan diet ketat yakni mengurangi waktu makan juga pada porsi makanan secara drastis. Misalnya seorang ibu sengaja tidak sarapan dan hanya mengkonsumsi sayur dan buah-buahan saja. Hal ini memang dapat menurunkan berat badan secara drastis namun hal ini tentu tidak sehat sebab ibu menyusui hanya mendapat sedikit nutrisi dan kalori dari makanan.

Pada saat menyusui seorang ibu membutuhkan kalori dan nutrisi ekstra. Selain sebagai sumber energi untuk si ibu, makanan yang dikonsumsi akan berperan penting untuk menunjang nutrisi dalam ASI dan meningkatkan kuantitas ASI. Kekurangan energi dalam memproduksi ASI akan berdampak pada kuantitas ASI, selain itu ibu menyusui akan menjadi lemas dan tentunya akan menghambat dalam merawat si bayi.

Ibu menyusui dianjurkan untuk tetap sarapan, makan siang juga makan malam. Ditambah dengan cemilan juga minum susu atau teh manis. Pilihlah cemilan yang berasal dari buah juga sayuran.

Bagaimana Agar Tubuh Tetap Langsing?

Jika menginginkan tubuh tetap langsing ketika menyusui maka mesti melakukan upaya untuk diet dan berolahraga serta membuat jadwal makan diet ibu menyusui. Hal ini dilakukan dengan tetap mengingat pola makan, ibu menyusui harus senantiasa memenuhi kebutuhan nutrisinya sebab si bayi membutuhkan asupan dari sari makanan yang dikonsumsi oleh ibu. Lantas bagaimana mengatur pola hidup sehat selama menyusui agar tubuh tetap langsing?

Cobalah untuk tidak mengkonsumsi makanan yang digoreng. Usahakan setiap makan terdapat sayuran, karbohidrat, protein hewani dan nabati serta buah-buahan yang banyak mengandung air. Jangan lupa menambahi dengan, karbohidrat kompleks, kalsium, zat besi serta protein pada saat makan.

Baca juga :  Pilihan Makanan Diet Protein untuk Kurus dan Ideal

Ibu Menyusui Sebaiknya Mengkonsumsi Apa?

Jadwal makan diet ibu menyusui untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan karbohidrat kompleks. Zat besi dapat diperoleh dari bayam, kacang lentil, kacang hitam, sayuran hijau dan daging sapi.

Sedangkan untuk karbohidrat kompleks bisa  mengambil dari produk gandum utuh seperti sereal,  gandum, beras merah, pasta gandum, dan ubi jalar, jangan lupa menambahkan pada menu makanan Anda dengan keju, yoghurt dan pisang yang kaya kalsium dan protein.

Ibu menyusui membutuhkan asupan minuman yang banyak maka penuhi kebutuhan mineral ibu menyusui dengan meminum delapan sampai sembilan gelas air dalam sehari. Air mineral yang diminum berfungsi sebagai penetralisir tubuh serta mengurangi rasa lapar. Upayakan untuk tidak mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein.

Bayi Mengkonsumsi Apa yang Anda Konsumsi

Jadwal makan diet ibu menyusui untuk mengkonsumsi DocosaHexaenoic Acid (DHA) yakni asam lemak omega 3 yang dibutuhkan bayi untuk perkembangan otaknya. Untuk dapat meningkatkan DHA dalam susu, Anda bisa lakukan dengan makan ikan 2-3 kali per minggu. Sumber DHA paling direkomendasikan adalah ikan tuna, salmon, bluefish, flounder dan lain sebagainya.

Makanan pedas biasanya ditoleransi oleh kebanyakan bayi. Namun jika bayi Anda sering mengeluarkan gas dan diare meningkat setelah Anda makan makanan pedas, cobalah untuk tidak memakan itu setidaknya selama seminggu. Lihat apakah gejalanya hilang jika sudah hilang maka cobalah untuk memakannya lagi untuk mengetahui apakah Anda perlu menghindarinya.

Olahraga Secara Rutin

Anda sudah boleh memulai olahraga setidaknya enam sampai delapan pekan setelah persalinan. Sebagai upaya untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar dan produksi ASI lancar cobalah untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat setengah jam sebelum berolahraga. Dengan begitu penurunan produksi ASI bisa dihindari.

Baca juga :  Menu Sarapan Sehat dan Praktis untuk Diet, Berikut Ini Rekomendasinya

Dimana Bisa Memperoleh Makanan Sehat?

Selain dengan olahraga secara rutin menjaga tubuh bisa diikhtiarkan dengan pola makan yang sehat. Untuk mendapatkan makanan enak, sehat dan berkualitas Anda bisa mendapatkannya di Healthy M Kitchen. M Kitchen menyediakan banyak varian menu yang bisa Anda pilih untuk menentukan makanan terbaik sesuai dengan jadwal makan diet ibu menyusui.